Empat Desa Di Kodi Bersatu, MDT-GTD Di Arak Bagaikan Raja

1
13228

Tambolaka — Saking mencuatnya rasa cinta dan simpati masyarakat akar rumput di Desa Watuwona, masyarakat akar rumput mengarak paket MDT-GTD bagaikan raja yang naik ke singgasana dari gerbang titik pertemuan hingga ke panggung orasi politik, Kamis (29/3/2018).

Rasa simpati masyarakat disetiap titik pertemuan rupanya tak pernah pudar walaupun pasangan calon (Paslon) yang diusung oleh Nasdem, Golkar dan PKS itu selalu dicerca dengan kata hinaan dan fitnah.

Enos Kaka, tokoh masyarakat Desa Watuwona mengaku masyarakat empat Desa di Kecamatan Kodi akan selalu membuka pintu untuk paket MDT-GTD melakukan pertemuan. Menurutnya, hanya paket MDT-GTD yang mampu menjawab semua persoalan yang di hadapi masyarakat Kodi.

“kami akan selalu membuka ruang kepada bapak Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo untuk melakukan titik pertemuan di empat desa ini. Kami tidak akan membiarkan paket lain masuk, sebab hanya MDT dan GTD yang kami nilai mampu menjawab persoalan yang di hadapi masyarakat kecil,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa keempat desa yang bersatu memenangkan paket MDT-GTD di Kecamatan Kodi adalah Desa Watuwona, Desa Kapaka Madeta, Desa Ana Ege, dan Desa Mali Iha. Masyarakat ke empat desa, tambahnya, telah merasakan pembangunan hasil karya MDT selama tiga tahun.

Baca Juga :  Sudah Saatnya Perempuan Membuat Sejarah di NTT

Selain itu, diakuinya bahwa selama Markus Dairo Talu menjabat sebagai Bupati, harga komoditi berupa jambu mente telah stabil. Sehingga dirinya berharap agar harga komoditi tetap di pertahankan, sebab Bupati dipilih oleh rakyat untuk melayani.

“Dulu harga jambu tidak menentu, tetapi selama bapak MDT menjabat Bupati, harga jambu telah stabil, dan kami sudah nikmatinya. Apa bila bapak kembali terpilih, kami harap agar harga komoditi tetap di pertahankan,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Calon Bupati Markus Dairo Talu kepada media ini mengaku akan terus mempertahankan harga komoditi di SBD guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita akan terus mempertahankan harga jambu mente dan lainnya, sebab pendapatan tahunan masyarakat dari hasil komoditi berupa jambu mente. Tiga tahun ini harga jambunya telah stabil hingga Rp 25.000 per kilogram, dan akan terus di pertahankan,” katanya.

Dikatakannya, usai cuti kampanye pada tanggal 23 Juni 2018, dirinya akan berkoordinasi dengan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Ratu Wulla Talu agar terus mempertahankan harga komoditi di SBD.

Baca Juga :  Hari ini, Paket MS- Emi Kampanye Di Kabupaten Manggarai

Sedangkan Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pendeta Ananias Bulu mengaku selama tiga bulan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret, paket MDT-GTD bersama dengan partai pengusung NasDem, Golkar dan PKS telah bergerak intens mencetak titik pertemuan hingga 1.017 titik.

“Sejak bulan Januari sampai Maret ini, paket MDT-GTD bersama Koalisi Rakyat Bersatu (Nasdem, Golkar, PKS) telah bekerja intens hingga mencetak angka nominal 1.017 titik pertemuan di tiga wilayah yakni Kodi, Loura dan Wewewa,” jelasnya.

Menurutnya tiga bulan telah dilewati, dan masih ada tiga bulan lagi waktu yang ada untuk terus bekerja maksimal untuk mencapai kemenangan.

“Masih ada tiga bulan tersisa, kami akan terus mengejar target maksimal untuk mencapai kemenangan. Tiga bulan tersisa ini, kami akan terus bekerja, merancang, mengamati, melaksanakan, mengevaluasi dan mengeksekusi teknik, taktik dan strategi menuju 27 Juni 2018. Jika ingin SBD ini maju, mari kita berfikir dan bertindak positif, maju terus, bangkit terus, sampai kita tuntaskan perjuangan ini bersama paket MDT-GTD,”katanya. (alf/qi)

Baca Juga :  Mosalaki Mausambi Sebut Paket WM Jujur Dan Adil

Comments

comments