Fitnah, Ancaman dan Kriminalisasi Tak Mampu Redupkan MDT

9
1710

Tambolaka — Pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berbeda dengan Pilkada tahun 2013. Masyarakat SBD kini telah sadar, mereka tak ingin adanya politik intimidasi dan teror yang dimainkan oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan.

Hal itu terungkap saat Cabup/Cawabup paket MDT-GTD, melakukan kampanye terbuka di lapangan Batu Api-Palla, Desa Weepaboba, Kecamatan Wewewa Utara, Selasa (24/4/2018) siang.

Dalam kampanye di lapangan Batu Api, massa begitu antusias mendengar pemaparan visi misi paket MDT-GTD. Padahal, isu yang berkembang di tengah publik adanya intimidasi oleh sekelompok orang menolak paket MDT-GTD untuk tidak berkampanye di Wewewa Utara.

Yohanis Umbu Robaka sebagai Ketua Tim pemenangan MDT-GTD di Kecamatan Wewewa Utara menegaskan, negara Indonesia adalah negara hukum, dan telah terlepas dari penjajahan. Menurutnya biarkan masyarakat menentukan pilihan sendiri dalam Pilkada kali ini.

“Jangan memilih karena ada intimidasi dan kekerasan. Kita mempunyai hak memilih yang sah untuk menentukan calon pemimpin menurut suara hati kita. Karena tekanan, akhirnya kita memilih kucing dalam karung tanpa mengenal visi misi Cabup/Cawabup. Saya imbau itu tidak terjadi,” katanya.

Baca Juga :  Partai Perindo di SBD Lolos Verifikasi Faktual

Dikatakannya bahwa pada tahun 2013, masyarakat Kecamatan Wewewa Utara tidak mendukung Markus Dairo Tau dan Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT), namun, lanjutnya, MDT memberikan jalan untuk masyarakat Wewewa Utara.

“Pemimpin seperti apa lagi yang kita inginkan. MDT kalah di Wewewa Utara tahun 2013, tetapi dia pemimpin yang mempunyai hati, memberikan pembangunan secara merata untuk masyarakat SBD. Jangan memilih pemimpin yang baru dengan janji, tetapi mari kita mendukung pemimpin yang telah memberikan bukti nyata,” imbaunya disertai teriakan “lanjutkan” oleh ribuan masyarakat yang hadir.

Cabup Markus Dairo Talu (MDT) mengaku sesuai dengan motto MDT-GTD “Kami Datang Untuk Melayani, Bukan Untuk Di Layani” maka nantinya MDT dan GTD bertanggung jawab penuh melayani masyarakat secara adil dan merata.

“Saya dengan pak GTD akan melayani seluruh masyarakat SBD secara adil dan merata. Kami telah memberikan bukti bukan janji, maka pilihlah pemimpin yang telah terbukti membangun SBD. Masyarakat tak perlu takut dengan intimidasi, sebab mereka yang mengintimidasi masyarakat mempunyai kepentingan. Sekali lagi jangan korbankan rakyat kecil, mari kita bertanding secara elegan,” harapnya. (alf/qi)

Baca Juga :  Sudah Saatnya Perempuan Membuat Sejarah di NTT

Comments

comments