Kondisi Pasar Wolowona Parah, Pedagang Mengadu ke Paket WM

0
5528

Ende — Saat melakukan blusukan ke pasar Wolowona, Jumad (9/3/208), pasangan calon bupati dan wakil Bupati Ende nomor satu Don Bosco M. Wangge dan Munawar H. Achmad mendapat banyak keluhan dari para pedagang terkait kondisi pasar.

Salah seorang pedagang, Yasinta Nua kepada calon Bupati Don Wangge mengatakan, kondisi pasar yang tidak terurus membuat pemandangan tidak bagus apalagi dalam kondisi musim penghujan seperti sekarang.

“Pak bisa lihat, becek dimana-mana, lorong-lorong semuanya lumpur. Kami yang berjualan disini merasa sangat terganggu sekali. Bukan itu saja, mereka yang mau belanja sering tidak singgah ditempat ini karena becek, mereka lebih memilih daerah yang tidak becek,” ujarnya.

Dia mengakui, jika musim panas kondisi pasar cukup baik, namun kalau musim hujan kondisi sangat jorok. Dia berharap pemerintah daerah segera membenahi pasar tersebut khususnya di lorong-lorong agar bisa dibuat lantai kasar.

Senada, Arifin salah seorang pedagang ikan mengatakan selain becek karena disebabkan oleh hujan, juga penyebab lain adalah tidak adanya drainase yang baik di jalur jalan negara sehingga air mengalir menuju pasar.

Baca Juga :  Don Wangge Sebut Paket Mesra Dibantai

“Coba lihat sendiri, drainase yang sempit di jalur jalan ketika mampet maka air meluap dan masuk ke pasar sehingga terjadi becek,” katanya.

Menjawab keluhan masyarakat, Don Wangge mengatakan jika dia terpilih nantinya, dia akan komit membenahi pasar tersebut.

“Sengaja kami datang untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya, karena dengan lihat langsung maka perencanaan kedepannya bisa tepat,” ujar Wangge.

Dia mengatakan, bukan tidak mungkin pasar ini dipindahkan ketempat lain mengingat kondisi sekarang ini sudah tidak nyaman dan bisa dibenahi, namun itu merupakan solusi terakhir.

Terpantau di lokasi pasar, kondisi memang terkesan jorok, beberapa lorong terlihat genangan air dan becek dimana-mana. Meski demikian para pedagang tetap bertahan dan berjualan di Pasar Wolowona yang merupakan pasar Jumad, karena aktivitas keramainnya pada hari Jumat. Meski demikian pasar ini sudah menjadi pasar harian, karena lalu lintas pasar tidak lagi pada hari Jumad tetapi sudah tiap hari. (al/qi)

Comments

comments