Kunker Masa Sidang II, Ratu Wulla Bantu 12 Kelompok Tenun Di Wewewa Tengah

0
377

KIBLATNTT.COM, TAMBOLAKA — Kunjungan kerja (Kunker) masa sidang II tahun 2019-2020, Anggota DPR RI Komisi IX Ratu Ng. B. Wulla, ST memberi bantuan benang kepada 12 kelompok pengrajin tenun ikat di kampung Bondo Kabala, Desa Mata Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (18/1/2020).

“Kehadiran saya saat ini berkat kerja keras kita semua sehingga saya boleh menjadi perwakilan bapak mama di pusat. Saya ada di Mata Lombu saat ini untuk mendengar aspirasi bapak mama sehingga menjadi bahan saya berjuang di pusat. Dan bantuan untuk 12 kelompok tenun ini bukan bantuan dari pusat tetapi bantuan pribadi saya. Setelah saya duduk di senayan, saya selalu berfikir apa yang saya buat untuk Sumba Barat Daya, apa yang saya buat untuk NTT. Dan ini menjadi tanggungan moral sehingga saya selalu hadir di masyarakat. Dan ini merupakan Kundapil pertama saya di Desa Mata Lombu,” katanya.

Sebagai Anggota DPR komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Ratu menyebut UU memberikan kewenangan untuk berjuang dalam 3 hal yakni fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

Baca Juga :  Arifin Ibrahim Dan Yonis Ajak Warga Loura Menangkan MDT-GTD

“DPR memiliki kewenangan legislasi, yakni kebijakan UU yang pro terhadap rakyat, bukan hanya rakyat di Jawa tetapi juga seluruh rakyat NTT. Yang kedua fungsi anggaran, itulah fungsinya sehingga harus ada Anggota DPR dari Sumba yang ikut membahas anggaran. Kita bersyukur di tahun 2020, NTT mendapat Dana Alokasi Khusus terbesar kedua setelah Provinsi Papua. Yang ketiga fungsi pengawasan, setelah palu anggaran diketok, DPR mempunyai kewenangan melakukan pengawasan sampai ketingkat desa. Sehingga beberapa waktu lalu kami dari komisi IX reses pertama ke NTT, Pak Gubernur langsung meminta anggaran pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) senilai 200 milyar,” ungkapkannya.

Ratu Wulla mengingatkan agar Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya lebih mengedepankan promotif preventif agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat. Di tahun 2020 kata Ratu, Puskesmas Waimangura dan Puskesmas Radamata mendapat bantuan senilai 25 milyar untuk pembangunan gedung rawat inap.

“Ada begitu banyak program dan bantuan yang dapat kita manfaatkan. PMT ibu hamil dan penanggulangan gizi buruk itu menjadi perhatian kita. Termasuk penanganan stunting. Seperti contohnya di Puskesmas Billa Cenge, Kodi Utara terdata ada 545 jiwa penderitaan stunting, 35 jiwa gizi buruk. Ini sangat fatal jika di biarkan. Ada begitu banyak peluang yang dapat kita manfaatkan, Lombu ini harus memiliki Puskesmas sendiri sehingga mendekatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” harapnya.(Alf)

Baca Juga :  Belasan Ribu Massa Hadiri Kampanye MDT-GTD di Wekombak

Comments

comments