MDT Didaulat Sebagai “Menteri Kesehatan” SBD

0
7741

Tambolaka — Karena kepeduliannya terhadap sektor kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), yang mana sejak menjadi daerah otonom sembilan tahun lalu barulah dibawah kepemimpinan Bupati Markus Dairo Talu tiga tahun terakhir ini, SBD memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Atas jasanya, salah satu tokoh masyarakat Kodi, Soleman Tari Wungo (STW) mendaulat calon Bupati petahana Markus Dairo Talu sebagai “Menteri Kesehatan” di Kabupaten Sumba Barat Daya dalam kampanye dialogis paket MDT-GTD di zona kedua wilayah Kodi, Senin, (26/2/2018).

“Saya hari ini menobatkan bapak Markus Dairo Talu sebagai Menteri kesehatan di SBD. Kenapa saya nobatkan karena selama tiga tahun beliau memimpin Kabupaten SBD, beliau telah menjawab suara masyarakat untuk hadirkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Tambolaka. Ini alasan mendasar saya mendaulat MDT sebagai Menteri Kesehatan,” jelas STW.

STW mengaku bahwa selama dirinya masih duduk sebagai DPRD selama lima tahun, dirinya terus mengetuk meja mempertanyakan status RSUD di SBD yang hanya tinggal cerita. Namun ia mengaku, ketika MDT menjabat sebagai Bupati tiga tahun ini, RSUD telah mampu di bangunnya.

Baca Juga :  Hujan Tak Mampu Cairkan Militansi Pendukung MDT-GTD

“Masyarakat harus tahu bahwa karena MDT lah RSUD ada di SBD. Ini yang dibutuhkan oleh masyarakat selama ini, ternyata telah di jawab oleh MDT. Lantas apa lagi alasannya kita tidak mendukung paket ini,” ujarnya disambut tepuk tangan massa yang hadir.

STW menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk menyatukan tekad, menyatukan suara untuk mendukung paket MDT-GTD yang adalah putra terbaik masyarakat Sumba Barat Daya.

Sementara Ketua koalisi rakyat bersatu mendukung MDT-GTD, Pendeta Ananias Bulu menghimbau agar masyarakat Kodi tetap mempertahankan Kadernya sendiri yakni Gerson Tanggu Dendo (GTD).

“Ini adalah kesempatan emas untuk masyarakat Kodi khususnya masyarakat Kecamatan Bangedo dan Balaghar karena telah ada pintu untuk melangkah menjadi pemimpin SBD lima tahun kedepan setelah paket MDT-GTD. Saya yakin jika dua kecamatan ini mendukung paket MDT-GTD, tidak menutup kemungkinan jika Bangedo dan Balaghar menyatakan sikap menuju tampuk kepemimpinan tahun 2024 nantinya,” ungkapnya. (red/qi)

Comments

comments