MDT : Jangan Balas Yang Melempar Saya, Karena Mereka Saudara Kita

1
3868

Tambolaka — Begitulah hati seorang ayah yang walaupun terasa luka bisa memaafkan kenakalan anak-anaknya. Tak semudah kata maaf dilontarkan oleh orang lain, tapi berbeda dengan sosok Markus Dairo Talu yang murah hati mampu memaafkan orang lain yang walaupun dirinya dicederai.

Kata maaf untuk mereka yang ingin mencederainya terungkap dari lubuk hatinya yang paling dalam disertai dengan tetesan air mata yang membasahi wajahnya.

Calon Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu (MDT) mengaku tidak menyimpan dendam terhadap kejadian yang menimpa dirinya bersama rombongan usai kembali dari kampanye dialogis di Kampung Kalembu Ndara, Desa Kalena Rongngo, Kecamatan Kodi Utara, (2/4/2018) malam.

Sambil rombongan paket MDT-GTD berlalu, tanpa di duga mobil yang di tumpangi oleh Cabup MDT bersama dengan istrinya Ratu Wulla Talu di serang menggunakan batu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Alhasil, kejadian pelemparan batu itu tidak terjadi korban jiwa, hanya pintu samping mobil (sopir) yang mengenai batu. Selain itu, terdapat pula ranjau paku yang ditemukan tim di jalanan. Terkesan kejadian itu telah direncanakan.

Baca Juga :  Daftar ke KPUD, Don Wangge Nyatakan Siap Perang dan Menang

“Benar ada kejadian malam itu, tetapi saya tidak menyimpan dendam karena kita semua adalah keluarga, rumah besar kita adalah SBD. Dan kejadian itu, pelaku telah saya maafkan. Jangan balas yang melempar saya, biarkan hukum yang bertindak, sebab kami sudah melaporkan kejadian ini di Polsek Kori,” kata MDT saat berkampanye di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Selasa (3/4/2018).

Dengan suara bergetar dan tetesan air mata, Calon Bupati petahana ini pun berpesan kepada seluruh simpatisan, pendukung maupun keluarga agar menyikapi persoalan ini dengan hati dan kepala yang dingin agar situasi Pilkada ini berlangsung aman.

“Saya berharap semua pendukung MDT-GTD maupun keluarga agar menyikapi persoalan ini dengan tenang. Kami tidak marah, kami hanya merasa sedih, kenapa kita tidak saling menyayangi dalam sebuah bingkai kebersamaan dan kekeluargaan,” imbuhnya.

Senada disampaikan Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pendeta Ananias Bulu berharap laporan kejadian pengrusakan yang diterima Polsek Kori ditindaklanjuti dengan cepat sehingga dalang dari kejadian itu terungkap jelas.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sumba Naik Truk Puluhan Kilometer Demi Mama Emi

“Kami sudah melapor kejadian itu, kami harap laporan kami dapat ditindaklanjuti dengan cepat sehingga terungkap siapa dalang dibalik kejadian tersebut. Kami tidak dendam, kami percayakan kasus ini ditangani oleh pihak berwajib,” katanya.

Ia pun berpesan jika pelaku pelemparan terhadap mobil yang di tumpangi Cabup MDT, tidak di ungkap oleh Polsek Kori, maka disayangkan demokrasi yang sedang berjalan ini telah dinodai. (alf/qi)

Comments

comments