MDT : Saya Menangis, Kenapa Mobil Saya Dilempari

646
5952

Tambolaka — Hati ayah siapa yang tak menangis ketika dengan sebuah pengorbanan membesarkan anaknya. Kemudian, kembali anaknya membuat kegaduhan dalam rumahnya.

Kira-kira begitulah analogi dari seorang tokoh (Markus Dairo Talu) yang dengan perjuangannya sebagai tokoh pemekaran lahirnya anak yang bernama Sumba Barat Daya (SBD) dari rahim Sumba Barat.

Begitu banyak pengorbanan yang dikorbankannya dalam melahirkan dan membesarkan SBD, namun hari ini dia menangis ketika melihat keserakahan anaknya, hanya karena lantaran libido kekuasaan politik yang eksklusif telah membutakan hati dan nurani anak-anaknya terhadap demokrasi yang sementara berlangsung di SBD.

Hari ini (Senin, 2/4/2018) tokoh itu yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Bupati, meneteskan air mata di bumi Marapu akibat dari tidak sportifnya pertarungan perhelatan Pilkada.

Dimana ketika usai calon Bupati/Wakil Bupati MDT-GTD melakukan kampanye dialogis pukul 18.00 wita di kampung Kalembu Ndara, Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara, mobil rombongan calon Bupati MDT dilempari oleh oknum tak bertanggungjawab di wilayah setempat dan mengenai pintu mobil yang ditumpangi Cabup MDT, alhasil batu yang dilempari tidak membuat MDT cedera, karena saat itu kaca mobil tertutup. sementara mobil lainnya terkena ranjau paku yang di pasang di jalanan.

Baca Juga :  Paket WM Siap Ikut Debat

Usai kejadian itu, tim paket MDT-GTD bergerak cepat melaporkan kejadian itu di Polsek Kori dengan No. Polisi : LP/PID/07/IV/2018/Sektor Kodi Utara. Dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di hari-hari berikutnya.

“Ia, saya menangis karena hati saya sakit, kenapa mobil kami harus dilempari, padahal kita bersaudara. Perbedaan politik itu adalah biasa, dan politik itu hanya berlangsung sesaat namun hubungan kekerabatan dan persaudaraan akan terjalin hingga akhir hayat di tanah marapu tercinta,” kata MDT.

Dengan suara bergetar dibarengi tetesan air mata, Calon Bupati petahana ini pun berpesan kepada seluruh simpatisan, pendukung maupun keluarga agar menyikapi persoalan ini dengan hati dan kepala yang dingin agar situasi Pilkada ini berlangsung aman.

“Saya berharap semua pendukung MDT-GTD maupun keluarga agar menyikapi persoalan ini dengan tenang. Kami tidak marah, kami hanya merasa sedih, kenapa kita tidak saling menyayangi dalam sebuah bingkai kebersamaan dan kekeluargaan,” imbuhnya. (al/qi)

Comments

comments