Mosalaki Mausambi Sebut Paket WM Jujur Dan Adil

504
3784

Ende — Menarik untuk disimak Pernyataan Tokoh Adat atau Mosalaki di Mausambi Kecamatan Maurole, Stefanus Roga Mosalaki Moa Mausambi mengajak anak kalo fai walo atau anak adat ditanah persekutuan Wolosambi kecamatan Maurole untuk memilih pemimpin yang tidak datang secara sembunyi-sembunyi bertemu dengan masyarakat.

“Yang datang ke tempat ini ada tapi mereka datang sembunyi-sembunyi. Jadi pemimpin jangan datang sembunyi-sembunyi, cuma Wangge-Munawar yang datang untuk anakalo fai walu,”kata Stefanus saat kampanye paket Wangge – Munawar, Rabu (7/3/2018).

Untuk itu ia menyerukan masyarakat adat di tanah persekutuannya di Mausambi untuk memilih paket WM karena berani bertemu dengan anakalo fai walu.

“Saya ajak, mari kita menangkan paket Wangge – Munawar karena beliau berdua dikenal jujur, bersih dan selalu memperhatikan warganya, tidak korupsi,”kata Stefanus dalam bahasa daerah Lio dan disambut dengan yel-yel kemenangan paket WM.

Seperti biasanya calon Bupati Don Bosco M. Wangge dalam Kampanye terbatas mengingatkan pendukung dan simpatisan untuk menanggapi segala isu terkait dengan paket WM dengan hati dan kepala dingin.

Baca Juga :  Mama Emi Siap Selaraskan Ekonomi dan Infrastruktur NTT Seperti Arahan Jokowi

“jangan terprovokasi dengan isu yang ada. Mari kita kerja dalam diam, biarlah masyarakat yang menilai. Pilihlah pemimpin yang terbaik untuk membangun daerah ini,”sebutnya.

Dikesempatan ini, seperti biasa Don Wangge tidak menyampaikan visi dan misi mereka atau memberikan janji, namun hanya menyampaikan apa yang akan mereka buat jika dipercayakan masyarakat memimpin Ende.

Sementara calon wakil bupati Munawar Achmad juga menjelaskan soal mutu pendidikan di kabupaten Ende yang terus menurun. Sebagai seorang pendidik, dia akan berusaha untuk menata dan membenahi dunia pendidikan.

“kami akan benahi kembali dunia pendidikan, karena ini sangat penting, jika manusia cerdas maka semuanya akan bisa terlaksana,” katanya.

Munawar juga mengingatkan akan adanya serangan fajar dihari H pemilihan, jika itu terjadi maka dia meminta warga untuk melaporkan ke panwas atau aparat terkait.

“Undangan-udang melarang itu, jangan sampai bapak-mama penjara gara-gara itu. Jangan karena benang satu gulung, uang 50 ribu kamu harus masuk hotel pordeo,” sebutnya. (al/qi)

Comments

comments