Nyanyian Gadis Wura Homba Untuk MDT-GTD

395
2878

Tambolaka — Dimanapun titik pertemuan paket MDT-GTD selalu di hiasi oleh suasana yang begitu unik dan memukau hati Markus Dairo Talu (MDT) dan Gerson Tanggu Dendo (GTD) yang di suguhkan oleh masyarakat akar rumput.

Disetiap titik pertemuan terbatas MDT dan GTD, sambutan masyarakat akar rumput berbeda-beda serta unik sesuai dengan ciri khas wilayah. Kali ini, di Kampung Kalembu Rongo, Desa Wura Homba, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, paket MDT-GTD disuguhi suara merdu oleh gadis-gadis Desa Wura Homba.

Genoveva Dengi Walu, Maria Djama Nuna, Regina Radu Pala, Agustina Ina Bura, dan Marta Kaka Daha, menyanyikan lagu mars MDT-GTD ciptaan Yohanes Loghe Ende sesaat setelah paket MDT-GTD menyapa satu persatu masa yang hadir dengan cara cium hidung.

Genoveva Dengi Walu mengaku alasan dirinya menyanyikan mars MDT-GTD lantaran rasa cinta masyarakat Wura Homba terhadap paket MDT-GTD yang tidak pernah membeda-bedakan tiga suku di SBD selama MDT memimpin SBD tiga tahun terakhir.

“Alasan kami menyanyikan lagu ini karena rasa cinta kami terhadap bapak MDT. Kami merasa dekat dengan bapak MDT, apa lagi ketika bertemu siapa saja, bapak MDT selalu cium hidung kami masyarakat kecil. Intinya kami sangat mencintai bapak MDT,” ungkap kelima gadis itu dengan lugu, Senin (26/3/2018).

Baca Juga :  Ratu Wulla Talu Siap Berjuang Bersama Kaum Perempuan

Sedangkan Yohanes Loghe Ende yang menciptakan lagu mars MDT-GTD mengaku dirinya menciptakan lagu tersebut dengan alasan bahwa MDT dan GTD selalu mempunyai hati terhadap masyarakat Wura Homba.

“Itu karena MDT dan GTD selalu punya hati terhadap kami rakyat kecil. Mereka punya keprihatinan terhadap wilayah ini, apa lagi bapak MDT tidak membedakan wilayah di SBD, semua di layaninya secara merata. Jadi menurut saya mereka cocok pimpin SBD ini,” timpalnya saat ditemui awak media secara terpisah.

Ia mengaku selama tiga tahun SBD di pimpin oleh MDT, perhatiannya terhadap masyarakat Wura Homba begitu besar yang ditandai dengan banyak bantuan yang mengalir di Desa Wura Homba.

“Pendidikan, kesehatan, tenun ikat, harga jambu yang stabil, alat tangkap ikan, dan jalan. Itu semua MDT kasih. Padahal dulu kampung ini tidak dukung MDT, tapi MDT hebat tidak membedakan wilayah.

Dikatakannya menyangkut harga jambu, dulu harga jambu tidak stabil dan berkisar Rp 10 ribu per kilogram. Namun, tambahnya, ketika MDT baru menjabat sebagai Bupati, harga jambu mente melonjak naik hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Demi SBD, Masyarakat Siap Menangkan MDT-GTD

“Alasan apa lagi kami tidak dukung ini, harga jambu saja kami sudah rasakan. Dulu harga jambu cuman Rp 10 ribu per kilogram. Tetapi ketika MDT jabat Bupati, harga jambu naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Kami sebagai orang petani hanya bisa hidup dari hasil pertanian, jadi kami mohon kepada bapak MDT dan GTD agar pertahankan harga komoditi tetap stabil,” harapnya.

MARS MDT-GTD

Ingat-ingat itu MDT

Jangan lupa itu GTD

Kita coblos MDT-GTD

Yang pasti kita coblos

Ingat-ingat itu MDT

Jangan lupa itu GTD

Kita pilih MDT-GTD

Yang pasti pilihanku

Ingat-ingat itu MDT

Jangan lupa itu GTD

Kita pilih MDT-GTD

Yang punya perhatian

Yang selalu punya lobi

Yang selalu buka mata

Terhadap siapa saja

Yang pasti Bupati SBD

Demikian lirik lagu yang di nyanyikan oleh kelima putri Wura Homba itu. (alf/qi)

Comments

comments