Tragedi 11 April VS tragedi 8 Mei Wainyapu Untuk MDT-GTD

7
129408

Tambolaka — Tak ada yang percaya jika mereview kembali tragedi 11 April Wainyapu yang mana masih segar diingatan warga SBD. Tensi politik saat itu sangat memanas, namun di tanggal 8 Mei, fakta berbalik arah dan berbicara lain.

Menjadi oknum pelaku pengrusakan baliho MDT-GTD dan pengrusakan rumah salah satu pendukung paket MDT-GTD yakni kades Walandimu pada tanggal 11 April lalu yang pada akhirnya harus berurusan dengan aparat Kepolisian, kini mereka (para oknum, red) berbalik arah dan menjadi pion pendukung paket MDT-GTD dengan membuat titik lokasi kampanye di desa setempat pada tanggal 8 Mei kemarin.

Salah satu oknum pelaku, Eki dalam sekapur sirihnya dihadapan cabup MDT dan ratusan warga Wainyapu yang hadir mengatakan bahwa masyarakat SBD sebagai pemilih cerdas tentu melihat calon pemimpin yang telah memberikan bukti bukan hanya janji di atas janji. Terbukti dengan kepemimpinan Cabup MDT selama tiga tahun terakhir, pembangunan dilakukan secara merata.

Revolusi pertanian yang digalakkan MDT-DT yang kini akan dilanjutkan MDT dan GTD begitu menyentuh nadi masyarakat.

Baca Juga :  Mama Emi: Jangan Biarkan Anak Perempuan Anda Dijual

“Kami begitu cinta sama bapak MDT karena hanya MDT yang memberikan bantuan terhadap masyarakat secara gratis. Selain bantuan alsintan gratis, segala infrastruktur di segala bidang di bangunnya secara merata selama tiga tahun. Kami berjanji paket MDT-GTD akan menang di desa Wainyapu, tetapi untuk angka pasti kami tidak berjanji, sebab kami takut di bilang penipu, intinya kita menang,” kata Eki Wainigha di acara kampanye terbatas MDT-GTD di Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Selasa (8/5/2018) siang.

Eki menyebut di Desa Wainyapu, masyarakat telah berkomitmen mendukung paket MDT-GTD. Kesempatan itu dirinya bertanya kepada warga yang hadir kebulatan tekad mendukung paket MDT-GTD.

“Yico kata patolaya MDT-GTD, yilapondo yico, pen bekeh ndonika? (kita harus menangkan paket MDT-GTD di tempat ini, kita semua setuju?),” tanya Eki Wainigha dengan bahasa Kodi yang kemudian dijawab “lanjutkan” oleh masyarakat yang hadir.

Sedangkan Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pendeta Ananias Bulu mengaku pertemuan ini merupakan pertemuan rekonsiliasi. Ia mengajak masyarakat agar meninggalkan gaya perpolitikan lampau agar pilkada SBD tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  KPUD Rote Ndao Nyatakan PKS Lolos Verifikasi Faktual

“Jangan berfikir yang kemarin tetapi mari menatap masa depan yang cerah. Jangan terbebani dengan politik masa lalu, tetapi mari bersama MDT-GTD menjemput masa depan,” ajaknya singkat.

Senada disampaikan Wakil Sekretaris II Partai Nasdem, Ratu Wulla Talu mengajak agar masyarakat membangun sebuah prinsip yang kokoh jika masyarakat ingin SBD ini maju di tangan MDT-GTD.

“Mulai hari ini mari kita melangkah menyatukan satu prinsip. Jika masyarakat komitmen bersama MDT-GTD, maka MDT-GTD juga komitmen membangun Kabupaten SBD. Kita butuh komitmen untuk membangun SBD, tanpa komitmen yang dibangun bersama, maka pembangunan di SBD sia-sia,” katanya.

Sedangkan Cabup Markus Dairo Talu (MDT) mengapresiasi tindakan yang di ambil oleh masyarakat Desa Wainyapu yang telah membangun komitmen melangkah bersama paket MDT-GTD. Hal ini, lanjutnya, menjadi tumpuan dasar MDT-GTD melayani masyarakat secara adil dan merata. (alf/qi)

Comments

comments