Korem 161/WS Gelar Komsos Cegah Separatisme

0
36

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Korem 161/Wira Sakti gelar Komunikasi sosial (Komsos) cegah tangkal radikalisme/separatisme TW III TA 2020 di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti, Selasa (08/09/2020).

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, dalam sambutannya yang di bacakaan oleh Kasilog Kasrem 161/Wira Sakti Letkol Cpl Dion Imanuel Yoram menyampaikan bahwa esensi dari pelaksanaan diskusi ini adalah sebagai wahana komunikasi dan rumah silaturahmi sehingga muncul efek tangkal yang efektif dalam menghadapi radikalisme/separatisme.

“Dengan menjalin komunikasi dan senantiasa bersilaturahmi diantara kita dalam forum semacam ini, maka dalam prosesnya akan muncul pemahaman, timbul pembelajaran dan ada saling tukar informasi. Dengan demikian maka dalam perjalanannya, akan ada kebersamaan, persatuan, harmoni dan toleransi. Dari kebersamaan, persatuan, harmoni dan toleransi ini maka akan muncul efek tangkal yang efektif,” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Dalam kesempatan ini, Materi Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI guna mencegah provokasi yang dapat menimbulkan tindakan radikal, di sampaikan oleh Pasi Komsos Ster Korem 161/Wira Sakti Kapten Inf Sadiman yang menguraikan Empat Pilar. Empat Pilar ini harus dipedomani untuk menguatkan negara dari pengaruh buruk dunia luar yang bisa meluluhlantakkan jati diri bangsa.

Baca Juga :  VBL : Orang Muda Harus Punya Gagasan dan Visi Besar

“Kebebasan tanpa batas dapat kita tekan dengan pemahaman yang baik mengenai empat pilar tersebut,” jelasnya.

Hal paling mudah untuk dapat menerapkan empat pilar tersebut adalah dilingkungan terdekat kita.

“Mulai dari rumah tangga kita sendiri,” katanya sembari menjelaskan bahwa tindakan kita sebagai kepala rumah tangga telah sesuai dengan Nilai-Nilai Ketuhanan,”ungkapnya.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua yaitu tentang: Pentingnya wawasan keagamaan dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang bersifat terbuka dan toleransi dalam upaya mencegah provokasi dan hasutan dari pembentukan paham radikalisme/separatisme, dengan Narasumber Ustad Mukhsin Thalib.

“Penanaman nilai nilai keagamaan ini ada empat poin penting yaitu pertama : Memahami tentang keyakinan, Kedua : ibadah merupakan Hubungan Manusia dan Tuhan, Ketiga: Akhlak sikap dan perilaku hidup yang di atur dalam agama, dan Keempat adalah Hukum. Jika keempat ini di tanamkan maka nilai-nilai keagamaan akan terjaga.

Kemudian Ustad Mukhsin menambahkan ada lima Nilai yang kita harus miliki pertama: Nilai cinta dan kasih sayang kepada sesama.Kedua: Nilai persatuan dan kesatuan yang di ajarkan oleh agama kita masing masing. Ketiga Nilai Kebaikan yang kita harus tanamkan kepada anak anak kita yang harus kita jaga.Ke Empat nilai-nilai toleransi yang menghargai perbedaan karena perbedaan adalah Kehendak Tuhan. Yang terakhir Nilai Nilai kemuliaan berbangsa. Saya Anak Indonesia, Saya Bangga dilahirkan di Indonesia.

Baca Juga :  Ratu Wulla Beri Bantuan Korban Kebakaran Di Kampung Deke

Adapun Materi ketiga adalah : Kewirausahaan yang dapat memberikan nilai manfaat dalam upaya mencegah masuknya paham radikalisme/separatis, disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTT, yang di wakilkan oleh Yohanes Maung.

“Persoalan yang ada adalah persoalan ekonomi untuk menangkal radikalisme dalam Bingkai NKRI, yaitu kita harus meningkatkan produk produk lokal yang ada di wilayah ini, di harapkan dari Aspek ekonomi akan tumbuh lebih baik.”ungkap Yohanes”.

Usai penyampaian tiga materi oleh tiga narasumber diatas, dilanjutkan dengan Acara Diskusi dan tanya jawab.

Di akhir Kegiatan ini, Ketua MUI NTT H. Makarim memberikan nasehat kepada para peserta.

“Mari kita jaga Bumi Nusa Terindah Toleransinya ini, sebagai kekuatan kita bersama dalam menjaga dan merawat Kebhinekaan, “pungkasnya. (*/lya)

Comments

comments