NTT Jadi Tuan Rumah Pesparani Nasional Berdasarkan Penetapan Pemerintah Melalui Kemenag

0
76

NTT sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui menteri agama sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II berdasarkan persetujuan atau regetitasi dan konferensi bagi gereja Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian agama NTT, Sarman Marselinus, Rabu (12/02/2020) di kantor FKUB yang merupakan Sekretariat Pesparani Katolik Nasional II dan tingkat Propinsi. Ia mengatakan artinya bahwa penunjukkan dan penetapan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah merupakan keputusan bersama gereja Katolik dan Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Launching sayembara Logo dan Mars Pesparani Nasional II yang dilakukan oleh ketua LP3KD NTT mewakili LP3K Nasional dan disaksikan oleh kita semua yang hadir disini. Menandai dimulai kegiatan menunjang menuju ajang Pesparani Katolik Nasional II di Kota Kupang yang akan di gelar bulan Oktober tahun 2020.

“Maka selaku kepala Kantor Wilayah Kemerdekaan agama NTT atas nama Kementerian agama saya menyampaikan selamat dan profisiat kepada panitia pelaksana. Saya juga mengajak seluruh umat beragama khususnya umat beragama katolik di NTT mari kita sukseskan pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional II yang akan dilaksanakan di Kota Kupang ini pada tanggal 28-31 Oktober 2020,” katanya.

Menurutnya, Penyelenggaraan Pesparani Katolik berdasarkan peraturan menteri agama Nomor 35 tahun 2016 tentang Lembaga pembinaan dan pengembangan tekad paduan suara gerejani katolik yang di tindak dengan keputusan menteri agama no 998 tahun 2017 tentang pengurus dan badan struktur organisasi LP3KN dan keputusan direktur jenderal bimas Katolik Kementerian agama Nomor 2425 tahun 2017 tentang pedoman penyelenggaraan pesta paduan suara gerejani katolik. Mungkin ada yang bertanya mengapa pelaksanaan Pesparani oleh pemerintah

Baca Juga :  Panitia Pesparani Nasional 2020 Launching Sayembara Logo dan Mars

“Rumusan yang sebenarnya adalah Pesparani dilaksanakan oleh umat Katolik dan difasilitasi oleh pemerintah ini ada kaitan dengan tugas dan kewajiban negara sebagai mana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945 (UUD 45) pasal 29 ayat 2 Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu. Tugas negara ini dipercayakan kepada Kementerian agama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Kementerian agama bertugas menyelenggarakan urusan di bidang agama dan pembangunan di bidang agama. Salah satu fungsi penting Kementerian agama adalah membantu upaya lembaga agama untuk meningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama dan menjaga kerukunan umat beragama.

Pesparani adalah sebuah bentuk syiar agama Katolik yang dilaksanakan oleh umat Katolik untuk peningkatan kehidupan beragama dan kerukunan beragama dalam bentuk festival keagamaan yang sudah lazim kita dengar MTQ dan STQ untuk umat Islam, dikalangan Kristen ada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), dikalangan Hindu ada Utsalwa Dhama Gita (UDG), dan di agama Budha Sayembara Tripita Gegata (STG).

Baca Juga :  Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kupang Meriah

“Sampai saat ini MTQ tingkat Nasional sudah ke 28, STQ sudah ke 27, Pesparawi sudah 12 kali, UDG tahun ini digelar di Ambon ke 14 kali, STG di Budha sebanyak 10 kali dan Pesparani Katolik tahun ini ke dua kali. Pesparani Katolik yang pertama digelar di Ambon. Kita bersyukur bahwa tahun 2020 propinsi kita mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Pesparani Katolik Nasional II. Kantor kementerian agama NTT mendukung penuh panitia dan LP3KD NTT dalam menyukseskan Pesparani Nasional II,” tegasnya.

Menurutnya, bentuk dukungan tersebut antara lain menyediakan alokasi anggaran bantuan Operasional LP3KD sebesar Rp 365 juta dan bantuan pelaksanaan Pesparani Katolik propinsi sebesar Rp 135 juta. Menyediakan gedung dan perlengkapan untuk digunakan sebagai Sekretariat Pesparani Katolik tingkat propinsi dan Nasional dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku kita menggunakan sistem sewa selama dua tahun sebesar satu juta. Menugaskan lima orang ASN Kementerian agama untuk melaksanakan urusan rutin sekretariat Pesparani tingkat propinsi dan Nasional. Mudah-mudahan setelah Pesparani Katolik Nasional II ini, NTT akan dipercayai lagi menjadi tuan rumah MTQ, STQ, Pesparawi, UDG dan seterusnya.

Baca Juga :  Peserta Pesparani Capai 3200 Orang

“Harapan kami adalah pelaksanaan Pesparani ini sungguh menjadi syiar agama katolik yang khas Nusantara dan warna pelaksanaannya khas NTT sebagai tuan rumah juga mendukung program dan visi Gubernur NTT yakni NTT bangkit, NTT sejahtera. penyelesaian Pesparani menjadi ajang silaturahmi dan kerjasama lintas agama sehingga melibatkan semua komunitas agama, komunitas masyarakat yang berbeda suka agama ras, dan antar golongan dalam prefektur Pesparani Katolik menjadi salah satu model moderasi beragama dengan demikian tujuan penyelenggaraan Pesparani sesuai tema yang di usul tahun ini ” Mewujudkan Persaudaraan Sejati untuk Indonesia maju” dengan benar-benar nyata dan dimulai dari NTT, “ungkapnya.

Pesparani sungguh menjadi wahana bagi umat Katolik untuk mengembangkan paduan suara gerejani yang khas demi menyemarakkan musik liturgi universal. Sekali lagi saya seluruh umat beragama di NTT untuk menyukseskan Pesparani Katolik Nasional II untuk NTT bangkit, NTT sejahtera Indonesia maju.

Comments

comments