Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kupang Meriah

0
135

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah, 2019 Masehi yang berlangsung di Mesjid Al Biatul Qadim Airmata berlangsung sederhana dan meriah.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, Jumat malam (8/11) di halaman Mesjid Al Baitul Qadim Airmata. Ia mengatakan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat luar biasa yang bisa dilaksanakan di Kelurahan Aimata mata yang mendatangkan begitu banyak saudara-saudara kita dalam kegiatan dan ini kebanggaan kita sebagai anak bangsa dalam satu kebersamaan kita bisa membuat satu kegiatan yang luar biasa.

“Waktu arak-arakan kemarin saya pikir kasian adek- adek saya yang kecil-kecil dari kampung solor jalan kaki tapi begitu bangganya mereka sampai di mesjid Al Baitul Qadim dan itu juga satu kebanggan buat kita semua mereka dengan bangga menunjukan budaya muslim, budaya islam mereka yang luar biasa ketekunan mereka sehingga sampai pada tujuan yang kita tentukan bersama,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan dan kita sendiri pemerintah Kota Kupang sangat mendukung luar biasa.

Kegiatan ini bagian dari anggaran pemerintah yang pemerintah ikutkan dalam membantu panitia jadi kalau tahin depan pemerintah harus bantu lebih supaya lebih ramai lagi dan pemkot juga akan mendorong panitia untuk tahun depan bukan saja dana yang akan kami berikan sponsor dalam arti meminta beberapa stakeholder kita untuk membantu kegiatan ini.

“Kegiatan ini akan menjadi wisata religi yang paling penting di Kota Kupang sehingga semua orang tau Saya berharap banyak bahwa kegiatan ini terus akan bekerja dengan baik, kegiatan ini akan terus memberikan dampak bagi kebersamaan kita di kota kupang, kegiatan ini juga akan memberikan dampak dalam persatuan satu dengan yang lain saling menghormati satu dengan yang lain karena saling menghormati itu adalah yang paling penting dalam keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya bisa dibayangkan kalau kita anak dan istri sudah tidak saling menghormati, keluarga dan keluarga sudah tidak saling menghormati tetangga dengan tetangga juga tidak salig menghormati maka yang terjadi adalah kecurigaan dan perpecahan.

Kita semua datang dari berbagai dapil yang berbeda tetapi lewat perjuagan, lewat kegiatan seperti ini kita memupukan satu persaudaraan, memupukan satu persahabatan yang luar biasa.

“Saya berharap mari kita jaga persatuan yang sudah kita bina selama ini saya sangat berterima kasih kepada semua tokoh umat khususnya tokoh mesjid dan para imam di keluarahan Airmata sudah membangun kebersamaan yang luar biasa di antara kita di lingkungan ini terima kasih banyak dan apa yang sudah di tunjukan oleh senior-senior kita ini saya ajak saudara-saudara saya pemuda-pemuda ikuti orang fua kita yang sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panita, Farid Musa Imran dalam laporan panitianya mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan secara tradisional pada setiap tanggal 12 rabi’ul Awwal setiap tahun Hijriah dengan menampilkan atraksi arak-arakan siripuang di mesjid-mesjid yang dianggap tertua di kota Kupang.

“Pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad secara tradisional sebagai wujud rasa persatuan dan kesatuan di semua kalangan akan menjadi contoh rasa kesatuan dan persatuan di semua kalangan beragama maupun di antara suku ras dan sebagainya, “katanya.

Ia menjelaskan atas dasar Inilah Kami melaksanakan rangkaian kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW secara tradisional dengan melakukan arak-arakan siripuang melalui pawai ta’aruf atau parade siripuang yang melibatkan semua unsur yaitu remaja Mesjid (Remas), paguyuban, Madrasah dan sekolah umum serta Majelis Taklim Se- kota Kupang.

“Hal ini dapat dijadikan untuk memperkaya budaya sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahim antara masyarakat, sebagai sarana berbagai mesjid dalam Kota Kupang dan memperkokoh kesatuan umat islam serta toleransi anrar umat beragama di Kota Kupang. Pelaksanan Maulida Nabi Muhammad Saw secara tradisional ini sungguh merupakan peristiwa bersejarah bagi kami dalam mempertahankan nilai-nilai sejarah budaya dan dapat dijadikan sarana untuk wisata religi dengan tema bersatu dalam keberagaman, beragam dalam persatuan,” tegasnya.

Tujuan kegiatan ini adalah dapat membentuk pribadi yangmemiliki rasa cinta kepada Allah SWT sekaligus cinta pada Rasulullah. Dapat membentuk pribadi yang soleh dan soleha sesuai tuntunan Al quran dan sunah Rasulullah. Dapat menghidupkan dan melestarikan nilai budaya warisan leluruh yang bernuansa islam. Dapat mobilisasi generasi muda untuk melakukan kegiatan yang positif, meningkatkan rasa persahabatan kekeluargaan dikalangan umat islam dengan umat yang lain, mempererat tali siraturahim dengan tidak memandang perbedaan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 7-8 November 2019 dipusatkan di Mesjid Al Baitul Qadim Airmata. Sedangkan untuk kirap dan arak-arakan siripuang star dari Mesjid Al Fatah kelurahan Solor dan finis di Mesjid Al baitu Qadim Airmata peserta kirap siripuang terdiri dari remas Mesjid, taman pengajian, majelis taklim serta sekolah umum.

Biaya pelaksanaan bersumber dari dana Hibah APBD pemerintah Kota Kupang tahun 2019 yang tertuang dalam naskah pemberian hibah daerah antara pemerintah Kota Kupang dengan Yayasan Mesjid Al baitul Qadim Airmata sebesar 75 juta rupiah sedangkan estimasi jumlah anggaran dalam pelaksaan kegiatan sebesar 91 juta.(lya)

Comments

comments