Danrem Tanamkan Ideologi Pancasila dan Kesadaran Bela Negara

0
165

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman, S, Sos menanamkan ideologi Pancasila dan kesadaran bela negara bagi lebih dari 1.500 mahasiswa baru pada Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Jumat (20/9/2019). Danrem menegaskan, ideologi Pancasila merupakan satu-satunya dassr negara Indonesia yang tidal boleh diganti dengan apapun sampai kapanpun. Karena itu, setiap warga negara yang baik, termasuk mahasiswa harus bisa memiliki kesadaran bela negara yang dilandasi pada Ideologi Pancasila.
Danrem menyampaikan hal ini saat tampil memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru UMK tahun ajaran 2019 /2020 di aula kampus UMK, Jumat (20/9/2019). Menurut jenderal TNI bintang satu ini menegaskan kepada para mahasiswa sebagai generasi muda, harus mampu menjadi bagian dari elemen negara lainnya dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Hanya dengan semangat, hingga saat ini, bangsa kita bisa melewati setiap ancaman, gangguan dan hambatan. Semangat para pendahulu kita inilah yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda untuk meraih prestasi tertinggi di masa depan,” ujar Danrem.
Lebih lanjut Brigjend TNI Syaiful Rahman menguraikan, perjalanan sejarah dan dinamika bangsa Indonesia dari masa ke masa, telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang mampu menghadapi berbagai tantangan dari luar, yang selalu mencoba untuk menggoyahkan semangat nasionalisme kebangsaan dan kesatuan yang ada. Namun semua itu dapatbdihadapi dan dilalui seluruh elemen bangsa Indonesia dengan baik hingga saat ini.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga dalam sejarahnya, bangsa asing selalu berusaha menguasai Bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, perjuangan Bangsa Indonesia yang pada saat itu bersifat kedaerahan, ternyata tidak membawa hasil. Dari situlah muncul empat konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, ” jelasnya.
Brigjend Syaiful juga menguraikan, “Di dalam Pancasila terdapat lima esensi nilai-nilai yaitu nilai Religius, nilai Persaudaraan, nilai Keselarasan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan, UUD 1945 mempunyai esensi nilai Demokrasi, nilai kesamaan derajat dan nilai ketaatan hukum. NKRI memiliki nilai Kesatuan Wilayah, nilai persatuan Bangsa, nilai kemandirian, dan Bhineka Tunggal Ika memiliki esensi nilai Toleransi, nilai keadilan dan nilai gotong royong,” ungkapnya.
Lebih lanjut Brigjend TNI Syaiful Rahman menjelaskan hakekat Pancasila yang diputuskan sebagai dasar negara Indonesia. Dimana Pancasila merupakan jiwa dan roh pemersatu Bangsa Indonesia, sehingga harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa sebagai generasi muda, yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.
“Pancasila sangat tepat bagi Bangsa Indonesia. Hakekat Pancasila ini adalah sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa, Pemersatu Bangsa dan Perjanjian Luhur Bangsa,” katanya.
Ditegaskannya, NKRI harus dijaga keutuhannya secara bersama, salah satunya dengan semangat bela negara. Karena itu mahasiswa sebagai bagian dari elemen bangsa, harus ikut bersama seluruh komponen bangsa untuk mengambil bagian dalam kegiatan bela negara, yang terdiri dari komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung yang merupakan bagian dari Sistem Pertahanan Semesta.
“Ada lima nilai yang dikembangkan dalam bela negara, yaitu Pancasila sebagai ideologi negara, cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk bangsa dan negar, serta memiliki kemampuan awal bela negara,” tandasnya.
Selain diikuti ribuan mahasiswa, hadir pula dalam kuliah umum ini, Rektor UMK, Dr. Zainur Wula, S.Pd, M.Si dan para pejabat struktural UMK, dan Kasiter Korem 161/Wira Sakti Letkol Inf Abdullah Jamali.(*/mal)

Baca Juga :  Aston Kupang Hotel Berbagi Takjil

Comments

comments