Danlantamal VII Kupang Ingatkan Prajurit Tentang Bahaya Radikalisme

0
170

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlantamal) VII Kupang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG. Kompiang Aribawa mengarahkan dan memberikan pencerahan kepada prajurit dan PNS TNI AL Lantamal VII untuk berhati-hati terhadap bahaya paparan radikalisme.

Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa menyampaikan hal ini di Gedung Marshaling area Mako Lantamal VII, Kamis (21/11/19) saat berkesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan seluruh anggota untuk mengetahui kondisi para prajuritnya, maupun sejauhmana keberhasilan tugas-tugas, selain itu sarana untuk kedekatan antara pimpinan dengan bawahan.

Pada kesempatan tersebut, Danlantamal VII menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit dan PNS TNI AL Lantamal VII. Diantaranya, prajurit dididik, dilatih, dilengkapi dan disiapkan untuk menjadi prajurit tangguh, kuat dan profesional untuk melaksanakan tugas pokok dalam menghadapi musuh.

Ditegaskannya, prajurit hadir bukan untuk menyakiti rakyat atau berkelahi sesama aparat. Karena itu prajurit TNI AL Lantamal VII harus menghindari perkelahian sesama anggota TNI, maupun dengan anggota Polri, apalagi masyarakat.

Baca Juga :  Jumlah Pengungsi Internasional di NTT Menurun Drastis

“Prajurit Lantamal VII harus menyadiri jati dirinya sebagai tentara rakyat, dimana tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia, tentara pejuang, yaitu tentara berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya, tentara nasional, tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan serta agama, tentara profesional, adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional,” tegasnya.

Danlantamal VII Kupang juga berpesan agar waspada terhadap berita hoax yang akan membawa kepada perpecahan bangsa dan bijaklah dalam menggunakan media sosial, serta berprilaku sesuai dengan koridor-koridor yang sudah ditentukan, jangan menyebarkan berita tentang dinas yang bersifat rahasia melalui media sosial, namun mampu menempatkan diri untuk memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif.

Baca Juga :  Pangdam Minta Anggota Puter Segera Sesuaikan Diri

Lebih jauh Danlantamal VII juga menekankan kepada prajuritnya untuk mewaspadai paham radikalisme. Untuk menangkal paham radikalisme agar para prajurit menjadikan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara yang terdiri dari Pancasila sebagai pilar untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia, Undang-undang Dasar 1945 sebagai pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, lalu pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika dan peraturan-peraturan internasional yang telah diratifikasi sebagai senjata yang ampuh untuk menangkal paham radikalisme.

Demikian juga dengan bahaya narkoba, setiap prajurit agar menjaga keluarga masing-masing karena narkoba sudah masuk ke desa-desa hingga menyentuh kalangan bawah, selain itu Danlantamal VII Kupang juga menyinggung masalah LGBT dan asusila sudah mencoreng nama baik TNI khususnya TNI AL agar prajurit terhindari LGBT dan asusila serta hindari prilaku-prilaku seks yang menyimpang.

Hadir dalam acara tersebut Wadan Lantamal VII Kolonel Laut (P) M. Nazif, Para Asisten Danlantamal VII, Dansatrol Lantamal VII, Danlanudal Kupang, Danyomarhanlan VII, para Kasatker, Para Kadis, para Paban Lantamal VII beserta seluruh Prajurit dan PNS Lantamal VII.(*/eho).

Baca Juga :  Sambut Hari Juang, Anggota TNI Bersihkan Rumah Ibadah

Comments

comments