Jumlah Pengungsi Internasional di NTT Menurun Drastis

0
103

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Jumlah pengungsi internasional di Kota Kupang terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dimana tahun 2015 lalu, ada 500 pengungsi internasional di Kota Kupang dan sejumlah kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun saat ini tersisa 234 orang dan semuanya berada di Kota Kupang.

234 pengungsi internasional yang masih berada di Kota Kupang saat ini juga hanya berasal dari dua negara yakni Afganistan sebanyak 231 orang dan tiga orang lainnya berkewarganegaraan Pakistan.

Demikian dikatakan staf UNHCR, Hendrik Terik, Rabu (30/10/2019) di Hotel Pelangi saat Rakor Lembaga Mitra Internasional. Ia mengatakan pengungsi ini berada di tiga hotel di Kota Kupang yaitu Hotel Ina Bo,i, Kupang In, dan Hotel Lavender. Sambil mereka menanti solusi yang begitu panjang untuk kemerdekaan mereka difasilitasi oleh UNHCR Sebagai pemegang mandat di PBB untuk penentuan status pengungsi dan juga oleh reman-teman dari
International Organization for Migration (IOM) yang saat ini tidak berkesempatan hadir.

Baca Juga :  Butuh Cara Luar Biasa Untuk Wujudkan Kebangkitan NTT

“IOM itu memberikan dukungan untuk kebutuhan hidup dan tempat penampungan mereka jadi solusi yang kita cari tentunya adalah Apakah negara mereka sudah dinyatakan aman dan mereka mungkin bisa pulang ke negara asalnya tentu harus sukarela karena itulah prinsip hukum internasional,” katanya.

Menurutnya, seseorang itu dilarang dipulangkan secara paksa ke negaranya dan itu merupakan prinsip internasional yang sudah diterima dan dijalankan pemerintah Indonesia sekarang. Pemerintah Indonesia juga sudah masuk dalam dewan PBB baru pada bulan lalu, sehingga penting sebagai anggota dewan HAM diberikan apresiasi pada pemerintah pusat, pemerintah NTT khususnya dan pemerintah Kota Kupang yang telah menyetujui keberadaan pengungsi di kota Kupang.

“Jumlah pengungsi sudah berkurang cukup drastis kalau kita hitung dari bulan Desember 2015 ada sekitar 500 orang sekarang tinggal 234 orang dan tentunya untuk alasan operasional efisiensi anggaran tentunya. Saya melihat ke depan juga jumlah pengungsi akan berkurang sesuai dengan harapan pemerintah daerah bahwa diharapkan kedepan pengungsi luar negeri tidak berada lagi di wilayah NTT. Saya kira dalam satu atau dua tahun ke depan mungkin bisa terwujud,” tegasnya.

Baca Juga :  Kodim 1604/Kupang Laksanakan Binsiap dan Apkowil

Mereka mungkin sebagian akan pulang ke negara asal kalau memang sudah mau pulang secara sukarela dan sebagian mungkin mungkin bisa kita tempatkan di negara ketiga atau mungkin bisa dipindahkan ke wilayah lain di Indonesia untuk efisiensi anggaran dan operasional lainnya.
Jadi UNHCR Sebagai pemegang mandat bantuan status pengungsi kita memang bekerja sama kehadiran kita tentunya atas permintaan pemerintah karena idealnya penanggulangan pengungsi adalah tugas dan tanggung jawab bagian dari kedaulatan sebuah negara.

“Pemerintah belum memiliki mekanisme dan instrumen-instrumen karena itu UNHCR berada disini untuk membantu pemerintah melakukan penangan terhadap pengungsi. Jadi memang pengungsi mungkin ada di beberapa pemerintah daerah di Sumba, Rote, pada masa-masa lampau pernah ada tapi sekarang pengungsi itu sudah lebih banyak ada di Kota Kupang,” ujarnya.

Ia menjelaskan secara nasional jumlah pengungsi luar negeri ada 14 ribu orang di seluruh Indonesia, sehingga jumlah yang ada di Kota Kupang termasuk jumlah yang kecil, karena mayoritas berada di Jakarta dan Makassar. Jadi mungkin secara singkat gambaran penanganan UNHCR kita tidak lagi melakukan bantuan terhadap ex pengungsi Timor Timur, karena memang sesuai dengan peraturan status pengungsi itu sudah di cabut sejak tahun 2003 karena memang perlindungan mereka berada di Indonesia mereka pulang kembali ke negara asal.(lya)

Baca Juga :  Pangdam Udayana Tinjau Satuan Baru di Naibonat

Comments

comments