KPU NTT Sosialisasi Terima Kasih Telah Memilih

0
92

KIBLATNTT.COM, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU Provinsi NTT) melakukan sosialisasi terima kasih telah memilih kepada sejumlah stakeholder yang sudah ikut mengambil peran dalam menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 lalu.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Agustinus.Y. Ola Paon, Senin (2/12/2019) di Hotel Neo by Aston Kupang. Ia mengatakan maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi terima kasih telah memilih dalam pemilihan umum tahun 2019 bagi semua pihak yang telah mengambil dalam pemilihan umum serentak tahun 2019.

“Tujuannya untuk menginformasikan dan menyampaikan terkait hasil-hasil pemilu tahun 2019. Tingkat partisipasi dan harapan dari semua pihak terhadap pelaksanaan pemilu kedepan maupun kesan-kesan untuk pelaksanaan pemilu yang telah kita lewati, “katanya.

Ia menjelaskan peserta kegiatan hari ini terdiri dari insan pers media cetak, elektronik dan online, pemilih disabilitas, komunitas peduli pemilu, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemahasiswaan, mantan penyelenggara pemilih Ad-Hoc dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dan KPU Kabupaten Kota sebagai Nusa Tenggara Timur.

“Sampai dengan saat ini peserta yang sudah hadir 145 orang dari 200 orang yang kami targetkan, “ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) NTT, Thomas Dohk ia mengatakan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pemilu tahun 2019 telah berlalu.

“Hari ini kita berkumpul bersama untuk kami menyampaikan ucapan terima kasih karena bapa ibu saudara saudari yang mewakili 3.391.616 pemilih di NTT telah hadir memilih pada tanggal 17 April 2019. Partisipasi kita 80 persen kurang lebih 2,7 juta dari Pemilih yang terdata datang ke TPS.Kehadiran bapak ibu saudara saudari turut serta memberi kualitas pemilu dan juga legitimasi dari terpilihnya pemimpi serta wakil-wakil rakyat yang kita telah pilih dalam pemilu beberapa waktu lalu, “katanya.

Baca Juga :  Dansatbrimob Polda NTT Kunjungi Anggotanya di Tembagapura

Menurutnya, Kami menyadari bahwa untuk terselenggaranya pemilu itu tanggal 17 April 2019 ada banyak pihak yang telah berperan.

“walaupun kami juga menyadari bahwa dalam pemilu kali ini kita sangat terbebani pekerjaan yang maha dahsyat dari sisi proses kerja, waktu pelaksanaan beban tugas semuanya tertumpuk tapi sekali lagi kita bersyukur bahwa moment sejarah yang baru pertama kali sejak kita merdeka tahun 1945 kita telah melaksanakan Pemilu besar. Pemilu untuk memilih presiden dan juga anggota legislatif dilaksanakan pertama kali pada tahun 2019 dengan aman lancar dan sukses .Kami juga menyadari bahwa pelaksanaannya ada banyak juga kekurangan seharusnya idealnya kalau 3.391.616 telah terdaftar harapannya semua datang ke TPS tapi proses yang kami lakukan juga cukup memakan waktu untuk menjadi pemilih saja tidak serta-merta didata satu kali kita Kurang lebih tiga kali menetapkan DPT dan pada akhirnya mendapatkan angka 3.391.616,.”tegasnya.

Ia mengatakan jumlah TPS juga bertambah kalau Pilgub kemarin kita punya tpsnya hanya 9601 tetapi dalam pileg yang rentan waktu hanya satu hari antara tahun 2018 dan 2019 kita ada penambahan kurang lebih 5000 an TPS yaitu 14979 TPS cukup banyak dan itu yang membuat angka jumlah pemilih yang menggunakan KTP bertambah dibanding pemilu sebelumnya.

Baca Juga :  Kodim 1604/Kupang Laksanakan Binsiap dan Apkowil

“Angka pemilih yang menggunakan KTP atau DPK kurang lebih 98ribu orang tetapi kalau mau dilihat dari subtansi partisipasi dengan dibukanya proses itu bahwa pemilih itu tidak hanya yang datang ke TPS itu berumur 17 tahun, sudah pernah kawin, lalu terdaftar sebagai pemilih lalu pendaftarannya terlokalisir dan teknik yang mudah diakses tapi lebih daripada itu kita memberi kemungkinan-kemungkinan antara lain wilayah tingkat pemilih yang tidak memilih, wilayah tingkat pemilih yang belum terdaftar untuk menggunakan hak pilihnya sebagai angka yang telah kita peroleh tadi 80 persen partisipasi telah memilih di TPS, “ungkapnya .

Sekali lagi ini adalah pekerjaan besar melibatkan banyak personel mulai dari KPU RI KPU Provinsi KPU Kabupaten Kota panitia ad hoc PPK PPS sangat banyak dengan peran dan tugasnya masing-masing dengan beban dan tugasnya masing-masing tetapi semuanya telah kita laksanakan sebagai yang saya sebut tadi partisan kita cukup tinggi dibanding tahun lalu kalau tahun 2018 itu 71 persen

Disisi lain dari aspek penyelenggaraan dalam pengadaan logistik kita sudah menerapkan e katalog. Logistik yang di adakan Deny jumlah dan jenis yang beragam dan banyak kurang lebih 11 jenisnya sudah mampu diadakan dalam bentuk e katalog. Ini juga kemajuan dibandingkan tahun 2018 hanya tujuh jenis tapi sekarang sudah 11 jenis. Kedepan dalam perencanaan KPU RI akan bertambah lagi menjadi 14 dan target akhir semua jenis logistik yang diadakan untuk pemilu ada dalam e katalog sehingga memudahkan transparansi proses dan pertanggungjawaban juga mudah. Disisi lain kami juga menyampaikan bahwa dalam pemilu yang dilaksanakan pada tahun 2019 jumlah kasus hukum terutama perselisihan hasil pemilu yang di bawah mahkamah konstitusi itu.menurun dari beberapa kasus kurang lebih tujuh atau delapan hanya tiga yang sampai ke sidang pembuktian yaitu kabupaten Alor, kabupaten Lembata dan Kabupaten Rote Ndao dan hasilnya semuanya menang jadi tidak ada tindak lanjut dari perselisihan hasil pemilu yang diselesaikan di MK dengan putusan pemilu ulang berarti menujukan bahwa proses yang telah dilaksanakan oleh penyelenggara telah berjalan sesuai dengan prosedur dan tata kerja telah berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku dan telah di pertanggungjawabankan melalui media hukum yang telah disediakan.

Baca Juga :  Danrem Tutup Latihan Penanggulangan Bencana Alam

“Untuk itu sekali lagi dari tempat ini kami penyelenggaraan dari KPU RI, KPU NTT, juga teman-teman KPU kabupaten/kota Ad-Hoc menyampaikan terima kasih telah ikut serta menyukseskan penyelenggaraan pemilu tahun 2019 dan kami berhasil ini adalah momen awal kita memajukan demokrasi di Indonesia melalui proses pemilu.”katanya.(lya)

Comments

comments