Pemprov NTT Segera Siapkan Peralatan Modern Deteksi Covid-19

0
274

Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera mempersiapkan alat-alat yang cukup modern untuk memeriksa orang-orang yang keluar masuk sebelum pemerintah pusat melakukan Lockdown terkait corona virus desease (Covid-19).

Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTT, Josef Adreanus Nae Soi, Selasa (17/4/2020). Ia mengatakan kami mengikuti himbauan dari pemerintah pusat tapi kami menyesuaikan juga dengan kondisi setempat di NTT.

“Kami tidak mau masyarakat Kami nanti di tularkan oleh virus yang kita sudah tidak tahu lagi virusnya dari mana pengobatannya bagaimana kita tidak usah panik tetapi memang harus waspada karena memang virus itu tidak tahu ujung pangkalnya dari mana dan pengobatan itu bagaimana Oleh sebab itu kita harus mengantisipasi di perbatasan-perbatasan, “katanya.

Menurutnya,.walaupun kemarin kita sudah mengatakan ditutup tapi dalam arti tutup untuk seleksi secara ketat

“Orang masuk di situ harus memang benar-benar orang yang punya kebutuhan penting tapi kalau hanya sekedar untuk wisatawan lebih baik pulang saja jangan masuk. seleksi benar-benar dia datang ke sini untuk apa dan kemudian orangnya sehat atau tidak kemudian kita harus menyediakan alat-alat kita di perbatasan untuk memeriksa orang itu jangan sampai orang itu terindikasi Suspect dan pengidap penyakit itu begitupun juga orang kita yang keluar, “tegasnya.

Baca Juga :  Pangdam Udayana Tinjau Satuan Baru di Naibonat

Ia menjelaskan, untuk alat sekarang kita punya di rumah sakit sudah ada di rumah sakit umum W,Z Johanes, Rumah Sakit Maumere dan Rumah Sakit Labuan Bajo jadi kita lagi usaha supaya alat itu ada juga di perbatasan mudah-mudahan hari ini sudah tercover untuk semua pintu perbatasan. Kalau di penerbangan sudah ada alatnya.

“kita tidak bisa mengatakan harus Lockdown kan pemerintah pusat bilang jangan Lockdown kita tidak Lockdown tetapi kita harus memperketat supaya orang-orang yang keluar masuk di kita itu benar-benar mereka steril cara steril adalah dengan alat yang kita sudah beli, “ungkapnya.

Sekarang kalau orang keluar dari bandara anda bisa lihat ada layar lebar kita bisa lihat suhu tubuhnya itu suhu tubuhnya kalau sudah mencapai 37 derajat lebih langsung dimasukkan dalam suatu ruang untuk diperiksa

“Sebenarnya saya dan Gubernur sudah memikirkan itu tapi kami harus tunduk pada Instruksi Presiden dan Presiden sudah mengatakan bahwa Lockdown itu adalah urusan dari pemerintah pusat bukan dari pemerintah daerah Oleh sebab itu kami mengharapkan pemerintah pusat juga bisa memperhatikan kepentingan-kepentingan atau kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat daerah mungkin Secara seleksi atau apa tapi saya yakin pemerintah pusat sudah memikirkan itu, “ujarnya. (lya)

Baca Juga :  Danrem 161/Wira Sakti Pimpin Penerimaan Sejumlah Pejabat Baru

Comments

comments